Ban Terbaik Di Indonesia GT Radial
Ban Terbaik Di Indonesia GT Radial merupakan ban produksi PT Gajah Tunggal Tbk. Ban ini hadir untuk memberikan kelegaan atas kemacetan yang terjadi di kota-kota besar akhir-akhir ini. Karena kemacetan mengakibatkan pemborosan pada bahan bakar mobil dan mengakibatkan makin banyaknya volume polusi yang dihasilkan oleh kemacetan itu. Oleh karena itu industri otomotif mulai menawarkan alternatif kendaraan yang lebih ramah lingkungan, disertai himbauan penggunaan bahan bakar yang juga ramah lingkungan.
PT Gajah Tunggal Tbk selaku produsen ban terbaik di Indonesia GT Radial, yang merupakan perusahaan ban terbesar di Asia Tenggara melihat fenomena ini dan merasa perlu untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari dunia otomotif. Sebagai produsen ban nasional, PT Gajah Tunggal Tbk memiliki misi untuk memproduksi ban yang ramah lingkungan dan tetapi tetap mempertimbangkan harga yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
Oleh karena itu pada bulan Oktober 2009 diproduksi GT Radial Champiro HPY, kemudian di bulan Juni tahun 2010, diproduksi GT Radial Champiro ECO. Karya anak bangsa ini pun diapresiasi dengan mendapatkan penghargaan oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai produsen ban nasional pertama yang memproduksi ban ramah lingkungan.
Ban Terbaik Di Indonesia GT Radial Champiro HPX dan HPY
Ban Terbaik di Indonesia GT Radial Champiro ECO dan Champiro HPY, yang diproduksi menggunakan nanotek silica technology sehingga ban ini memiliki kemampuan untuk menjaga konsumsi bahan bakar di level terbaik. Kendati demikian, daya cengkeram di segala kondisi jalan tetap terjaga. Selain itu, bahan kimia yang digunakan oleh Champiro ECO dan juga Champiro HPY tergolong non-aromatic atau bersifat karsinogenik sehingga tidak membahayakan kesehatan. Level kesenyapan pada ban ini juga rendah, sehingga aman, nyaman dan cukup hening ketika dipakai.
Jika GT Radial Champiro ECO cocok untuk penggunaan sehari-hari, GT Radial Champiro HPY tampil dengan ‘Y’ rating masuk dalam kategori ultra high performance tire, yang mampu menyesuaikan performa mesin mobil konsumen yang memiliki horsepower cukup besar dan ingin menikmati laju maksimal. Artinya, Champiro HPY mampu melaju dalam kecepatan tinggi sampai 300 km/jam dan tetap menikmati performa yang stabil. GT Radial Champiro HPY dikenal memiliki performa traksi dan grip yang prima, baik dalam kondisi jalan basah maupun kering. Alhasil pengendalian kendaraan dapat terkontrol dengan sangat baik tanpa mengurangi kenyamanan.
Indikator untuk level kesenyapan (noise level) dan hambatan gulir (rolling resistance) ini telah memenuhi persyaratan untuk ban ramah lingkungan di negara-negara di Eropa, yang memang dikenal dengan pengawasan yang cukup ketat untuk setiap penjualan produk dinegara mereka. GT Radial menerapkan standart ini untuk seluruh produk-produk ban ramah lingkungannya, baik di Indonesia maupun ke lebih dari 90 negara tujuan ekspornya. Dengan Champiro ECO dan HPY, GT Radial telah meningkatkan posisi produk yang dimiliki sebagai ban performa tinggi kelas dunia yang sejajar dengan nama-nama besar lainnya, seperti Bridgestone dan lain sebagainya.
Untuk Informasi lebih lanjut mengenai Ban Terbaik Di Indonesia GT Radial, silakan klik >>www.gtradial.co.id/gtradial/ina atau silakan cari di Yahoo dan Google
KULIAH DAPAT DUIT
Mengapa Anda Kuliah?
Pertanyaan di atas mungkin mudah tapi ternyata sulit Anda jawab bukan?
Mungkin Anda bisa menjawab:
“Ya aku sih pingin aja kuliah”, atau
“Aku cuma disuruh bokap/nyokap kok”, atau
“Gengsi dong kalau tidak kuliah!”, atau
“Aku sih ingin supaya aku dapat gelar Sarjana”, ada lagi yang mungkin bilang :
“Supaya aku bisa dapat kedudukan yang lebih tinggi pada saat bekerja nanti”,
Atau mungkin Anda punya jawaban lain? (silakan tulis di kolom komentar).
Ya, jawaban di atas merupakan beberapa jawaban yang lazim digunakan para mahasiswa/i ketika ditanya demikian. Dan setiap mahasiswa/i punya jawaban yang berbeda-beda. Pada saat Anda memutuskan untuk kuliah, seharusnya Anda punya alasan kuat untuk itu. Tidak hanya sekadar “let it flow” atau ikut arus. Jangan sampai ketika Anda lulus kuliah dan hanya menjadi beban pemerintah (pengangguran - red). Jadi Anda harus punya tujuan yang jelas, mau kemana Anda setelah Anda kuliah? Jurusan apakah yang seharusnya kupilih? (silakan bagikan pengalaman Anda ketika Anda memasuki dunia perkuliahan di kolom komentar.)
Siapa yang Boleh Kuliah?
Dalam UUD 1945 disebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak (pasal berapa ya? saya lupa. hehe )
Apakah hanya orang yang berduit saja yang bisa kuliah? TIDAK! Pemerintah sudah memfasilitasi keluarga yang tidak mampu untuk tetap bisa melanjutkan kuliah. Ini mungkin yang menjadi permasalahan sebagian besar masyarakat Indonesia yaitu mereka takut mengenai bagaimana nanti bayarnya. “Ya bayar kan tinggal bayar!” Tapi bukan itu masalahnya, tapi “Dari mana duitnya?!” Kan tadi sudah saya bilang pemerintah sudah memfailitasi pembiayaan kuliah. Hanya saja sebagian masyarakat Indonesia kurang paham mengenai hal ini. Bagi para guru BP/BK (Bimbingan dan Konseling di SMA/K tolong memberitahu siswa/i-nya mengenai hal ini.)
Intinya semua warga negara berhak untuk kuliah, tapi banyak warga negara tidak menggunakan kesempatan tersebut.
Jurusan Apa yang Anda Pilih?
Nah ini sangat menarik. Ada satu cerita menarik dari salah satu teman saya yang “salah jurusan”. Ceritanya begini: Teman saya, sebut saja “Y”, dia lulusan STM jurusan Teknik mesin otomotif. Setelah lulus STM dia bekerja di salah satu perusahaan besar di Yogyakarta di bagian permesinan. Setelah satu tahun bekerja di sana, ada perintah dari orang tuanya supaya si Y ini melanjutkan kuliah saja. Dan dia mau mengikuti permintaan orang tuanya tersebut. Dia mulai berpikir mau jadi apa dia nantinya. Akhirnya thuing muncul ide ingin jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dia mencari informasi di perguruan tinggi negeri terdekat dari rumahnya (UNS). Karena dia tidak PD untuk mengikuti SPMB yang notabene saingannya lebih berat, dia memutuskan untuk mengambil program D3. Karena si Y ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil, dia memutuskan untuk mengambil D3 jurusan Teknik Sipil UNS. Dia kemudian mengikuti semua prosedur yang disyaratkan pihak universitas. Pengumuman pun tiba, si Y diterima di universitas tersebut dengan jurusan seperti yang dia ingikan. Namun ada yang mengganjal di benaknya. Kenapa dia agak “aneh” ketika memulai perkuliahan. “Kok ada kekuatan beton, konstruksi,…bla..bla…bla”. Dia kaget dan tertawa dalam hati, “jebul ki aku salah jurusan to…, tak kiro teknik sipil iku marai aku isoh dadi pegawai negeri sipil (ternyata aku salah jurusan ya…kukira teknik sipil itu bisa membuatku jadi pegawai negeri sipil)”. Namun yang lebih aneh lagi, dia tidak keberatan untuk tetap melanjutkan kuliahnya di jurusan tersebut, walaupun dia tidak tahu apakah nanti dia bisa jadi pegawai negeri sipil atau tidak.
Nah itu cerita mengenai teman saya. Bagaimana dengan Anda? Anda punya pengalaman menarik tentang pengalaman Anda salah jurusan (kuliah maksudnya)? (lagi-lagi, silakan tuliskan pengalaman salah jurusan Anda atau teman Anda di kolom komentar.)
Dari Mana Biaya Anda Kuliah?
Ini juga pertanyaan yang menarik. Sebagian besar mahasiswa/i kuliahnya dibiayai orang tua mereka. “Kan itu sudah menjadi tanggung jawab mereka.” Anda juga demikian? Tidak salah memang kalau biaya kuliah itu dibebankan pada orang tua Anda. Bagi yang orang tuanya PNS, tunjangan anak itu sampai umur 21. Betul? Setelah lebih dari 21 tahun tapi masih kuliah, Anda mesti nyari surat keterangan masih kuliah dari fakultas tiap semester. Betul? Saya bisa berkata demikian karena alm. ayah saya juga seorang PNS.
Selain dari orang tua, mungkin Anda dibiayai oleh kerabat Anda? karena ada adik tingkat saya yang demikian. Dia dibiayai oleh Om-nya setelah ayahnya meninggal (menjadi anak yatim).
Bagaimana Kuliah Bisa Dapat Duit?
Nah, judul post ini adalah “Kuliah Dapat Duit”. Tentu saja yang saya maksud duitnya bukan dari orang tua atau kerabat Anda, tetapi dari Anda sendiri!.
Bagaimana caranya, Mas? Sebelum membaca tulisan selanjutnya, silakan berhenti membaca sejenak. Pikirkan duit dari mana saja Anda bisa dapatkan? jeda.
Sudah memikirkannya?
Bila sudah, silakan tuliskan di kolom komentar. “Lho piye to mas’e iki??!” bercanda
Ok! saya tahu Anda sudah tidak sabar ingin tahu caranya?
Berikut beberapa cara Anda supaya Kuliah Anda menghasilkan duit. Ini berdasarkan pengalaman dan pengetahuan saya lho..:
1. Jasa fotokopi.
“Lho kok malah nyuruh jadi tukang fotokopi?” Tenang dulu…saya tidak menyuruh Anda menjadi tukang fotokopi, tetapi jasa fotokopi. Ada satu fenomena menarik yang terjadi di kalangan mahasiswa, yaitu FOTOKOPI. Mulai dari materi kuliah dari dosen, buku kuliah, tugas kuliah, catatan kuliah, sampai cara berpenampilannya juga difotokopi. hehe “Lho kan sekarang zaman digital, materi kuliah kan tinggal copy paste dari flashdisk dosen, Mas?” Memang betul, tapi setiap mahasiswa PASTI membutuhkan printout materi kuliah, apalagi mendekati ujian. Laris tuh jasa fotokopi Anda. Tapi ada beberapa strategi nih..“Gimana caranya, Mas?” Ketika Anda sudah tahu kira-kira apa yang dibutuhkan “teman-teman” alias prospek Anda (yang akan memberi Anda duit tentunya), Anda bisa bergerak cepat sebelum hal itu dilakukan secara bersama-sama (kekompakan angkatan Anda). Anda fotokopi beberapa dulu, Anda tawarkan ke beberapa teman Anda, tentu dengan harga yang lebih besar ketika Anda memfotokopi. Ketika yang belum mendapat fotokopian mencari-cari Anda dan fotokopian Anda sudah habis, bilang saja, “Nanti/besok kufotokopiin, tapi uang mukanya dong!”. Sayang sekali di angkatan saya, jasa ini sudah dikoordinir angkatan dengan memakai uang kas. Mau untung lebih? Buku apa yang dibutuhkan teman-teman Anda? Cari tahu, lalu kumpulkan nama-nama teman Anda yang mau nitip beli/fotokopi buku tersebut. Anda bisa cari buku tersebut di Shopping Center Yogyakarta, atau di toko-toko buku murah di Indonesia. Kalau Anda beli/fotokopi Rp.20.000,-/buku, Anda bisa jual Rp25.000-30.000,-/buku. Lumayan kan?
Silakan gali ide kreatif Anda mengenai jasa nitip/fotokopi ini.
2. Jasa instalasi komputer/laptop.
Banyak mahasiswa yang sudah paham betul bagaimana meng-install komputer/laptop, tapi karena rasa solidaritas yang tinggi terhadap teman biasanya mereka tidak punya tarif, alias gratis saja. Di kota-kota besar, jasa-jasa seperti ini sungguh dihargai. Bahkan CD software pun tidak dipinjamkan, tapi disewakan. Nah jika Anda tertarik dengan hal ini, tidak ada salahnya Anda coba. Mudah-mudahan sih “dihargai” hehe kalaupun nggak ya anggap saja Anda beramal baik.
3. Menjadi asisten dosen atau asisten laboratorium.
Ini biasanya berlaku untuk jurusan yang terdapat praktikumnya. Ketika ada tawaran untuk menjadi asisten, daftar saja, toh daftar kan nggak bayar! hehe . Saya pernah mendaftar untuk menjadi asisten laboratorium, tetapi pada tes wawancara saya gagal, hanya karena 1 pertanyaan “Ketika Anda menjadi asisten dan sedang mengurusi praktikum, dan di saat yang sama ada kuliah. Anda lebih mementingkan yang mana?” Pada waktu itu saya menjawab “Saya disini untuk kuliah, jadi saya tidak akan meninggalkan kuliah saya” Dengan jawaban seperti itu, yang tadinya para asisten yang mewawancarai saya tertarik dengan saya, menjadi tidak tertarik lagi. :-( Anda bisa jadikan pengalaman saya ini untuk lebih dapat menjawab secara tepat apabila sedang diwawancara. Oh ya, walaupun “gaji” seorang asisten tidak seberapa, tapi haln ini sangat menguntungkan bagi asisten, antara lain: internet gratis (kalau ada internet), dipandang positif oleh para dosen, sering dapat proyek dari dosen yang lumayan bisa dapat duit tuh.
4. “Menjual” penelitian.
Setiap mahasiswa/i pasti tidak asing dengan “penelitian”. Tentu saja penelitian yang berkaitan dengan bidang Anda, terlebih lagi yang Anda sukai. Mulailah sejak dini untuk membuat kelompok penelitian. Jangan takut walaupun Anda baru di tahun pertama. Asalkan Anda punya latar belakang penelitian yang kuat, tujuan yang jelas, dan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan. Banyak yang mau membeli penelitian Anda kok. “Siapa saja, Mas?” Ada DIKTI, DIPA, dan beberapa website penelitian mau kok membeli penelitian Anda. “Bagaimana membuat judul penelitian yang ‘menjual’, Mas?” Walaupun saya baru ‘menjual’ satu penelitian saya ke DIKTI melalui PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) bidang Penelitian (PKMP), tapi berdasarkan pengamatan dosen pembimbing saya, kenapa dari judul penelitian saya, penelitian saya lolos seleksi dan didanai DIKTI (yang saat ini didanai Rp. 6.0000.000,-) yaitu karena judul yang ‘menjual’. Nah judul yang ‘menjual’ itu terdiri dari beberapa unsur, yaitu “Mau ngapain Anda atau Apa tujuan penelitian Anda?”, tuliskan yang jelas di judul; “Perubahan apa yang akan terjadi jika penelitian Anda diterapkan?“, tuliskan manfaat utama dari penelitian Anda; Kalau perlu tambahkan “Metode apa yang Anda pakai sebagai cara pemesahan masalah?” (yang ini tidak ada pada judul penelitian saya); Kalau perlu lagi, tambahkan “Dimana Anda melakukan penelitian?“. Itulah kira-kira membuat judul yang ‘menjual’. Judul penelitian saya yaitu “PENENTUAN LOKASI HALTE UNTUK MENINGKATKAN AKSESIBILITAS TRANSPORTASI PUBLIK (Studi Kasus di Sepanjang Jalan Slamet Riyadi Surakarta)” (bisa anda download dengan password siswandono.blog.uns.ac.id) Unsur yang terdapat dalam judul penelitian saya yaitu “Penentuan Lokasi Halte” –> sesuai dengan pertanyaan pertama, “Untuk Meningkatkan Aksesibilitas Tranportasi Publik” –> sesuai pertanyaan kedua; Pada bagian dalam kurung menunjukkan lokasi dimana saya melakukan penelitian. Sebenarnya masih ingin saya tambah dengan metode penelitian, tapi karena sudah terlanjur keluar SK (Surat Keputusan), jadi saya tetap memakai judul tersebut Oh ya untuk tahun ini (proposal tahun 2009), DIKTI mau membiayai penelitian sampai Rp 10.000.000,- lho…Lumayan kan? Makanya buruan buat proposalnya! Belum terlambat kok, deadline-nya September 2009. Untuk informasinya bisa Anda download buku panduan PKM 2009.
5. Beasiswa.
Banyak mahasiswa yang tidak memanfaatkan “duit gratis” ini. Padahal hanya ngurus surat-surat sebentar saja, tinggal nunggu uangnya cair. Ingat daftar beasiswa aja nggak bayar kok! Kalau semester ini (minimal semester 3) Anda sudah mendaftar beasiswa, besok-besok di semester berikutnya masih bisa daftar lagi kok. Jadi tiap semester Anda dapat duit dari beasiswa tersebut. Tapi pilih beasiswa yang peluang diterimanya besar, seperti PPA (untuk yang berprestasi), BBM (untuk yang keluarganya pas-pasan –seperti saya ), Pertamina, Djarum, dll. Sering-sering aja mampir di papan pengumuman Fakultas Anda atau Jurusan Anda. Oh ya, sekadar sharing, pada waktu saya main-main ke Bagian Kemahasiswaan (Mawa) Fakultas saya, kebetulan disana ada Bapak Pembantu Dekan III sedang berdiskusi mengenai siapa saja yang akan menerima beasiswa PPA. Memang ada batas minimal indeks prestasi (IP), tapi ternyata bukan itu indikator utama penerima beasiswa, tapi KUOTA penerima beasiswa. Nah disini keuntungan Anda yang punya IP pas-pasan bisa asal daftar aja, jangan takut nggak menerima beasiswa. Paling kan cuma modal ngeprint ama waktu buat minta tanda tangan doank . Nah kalau jumlah yang daftar belum memenuhi kuota, kan Anda yang dengan IP pas-pasan mendapatkan “jatah” itu juga.
6. Menjadi panitia.
Anda sudah pernah berorganisasi? Sudah pernah ikut kepanitiaan suatu acara? Kalau belum belum, latihlah diri Anda untuk ikut dalam suatu kepanitiaan. Misalnya panitia seminar, event organizer atau yang sering ngadain acara-acara non edukasi di kampus, seperti konser musik, dies natalies kampus, dll. Selain melatih skill Anda dalam berorganisasi, Anda juga akan mendapatkan “sharing profit” dari kepanitiaan yang Anda ikuti (itu kalau acaranya sukses dan untung! Karena pernah saya bersama teman-teman saya mengadakan acara musik humor, Acaranya sukses, tapi kita rugi 2,4 juta, gara-gara nggak ada sponsor utama! Terpaksa deh urunan…). Tapi Anda jangan takut dulu. Dengan me-manage sumberdaya yang ada, Anda dan kepanitiaan yang Anda bentuk niscaya dapat sukses dan untung! Jangan seperti saya dan teman-teman saya yang sukses namun rugi! Walaupun demikian, acara-acara kami selanjutnya bisa sukses dan untung kok .
Oh ya, sekadar tips buat Anda yang mau bekerja sama dengan sponsor/donatur/investor untuk mendukung acara Anda, pada saat negosiasi dengan dengan pihak sponsor, share-kan keuntungan yang bisa mereka peroleh. Untuk investor, negosiasi dengan adanya “hitam di atas putih” tentang sharing profit (pembagian keuntungannya). Jangan terpengaruh dengan rayuannya. Kalau seorang investor menanamkan saham di perusahaan bisa mendapatkan keuntungan 10%-30%, tapi kadang mereka akan minta 80% dari keuntungan acara Anda. Hati-hati dengan yang satu ini! Karena saya dan teman-teman saya pernah mengalami ini. Padahal duit yang digunakan dari investor tersebut sangatlah sedikit sekali bila dibandingkan dengan biaya acara, karena biaya acara sudah tertutup dari orang-orang yang mendaftar untuk mengikuti acara tersebut. Itu karena kami belum menguasai ilmu pengusaha.
7. Membuat aksesoris.
Bagi Anda yang suka mendesain, Anda bisa buat stiker, pin, gantungan kunci, kaos, dll yang berhubungan dengan kuliah/jurusan/kampus Anda. Percetakan di sekitar kampus kan banyak tuh..murah-murah lagi. Anda tinggal buat desainnya, kirim ke percetakan buat dicetak sesuai yang Anda mau, lalu jual aja ke teman-teman Anda. Duit mengalir kan…
Sebenarnya masih banyak ide agar Anda yang masih kuliah ini dapat duit untuk membiayai kuliah Anda sendiri tanpa tergantung dari orang tua. Kalaupun duit orang tua masih mengucur, setidaknya duit dari hasil kerja keras Anda bisa dijadikan sebagai modal untuk Anda berwirausaha nantinya atau untuk memberikan kado untuk orang Anda sayangi.
Bagi yang mempunyai ide lain, silakan tuliskan di kolom komentar, agar siapapun yang membaca blog ini termotivasi agar kuliah mereka bisa mengucurkan rupiah.
Salam sukses!.
7 Hal yang Melekat Pada Orang Sukses
Setiap orang ingin sukses, apapun caranya. Namun untuk meraihnya, tentu saja tidak mudah. Dibutuhkan perjuangan yang tidak ringan untuk meraih sukses yang Anda damba
Setiap orang ingin sukses, apapun caranya. Namun untuk meraihnya, tentu saja tidak mudah. Dibutuhkan perjuangan yang tidak ringan untuk meraih sukses yang Anda damba. Namun untuk mewujudkannya, ada baiknya jika Anda mencontoh tujuh hal yang melekat pada diri orang-orang sukses. Philip Humbert memperkenalkannya untuk Anda di bawah ini:
Tingkat pemahaman mereka
Hal pertama yang mengagumkan dari orang-orang sukses adalah tingkat pemahaman mereka atas diri mereka sendiri. Mereka tahu nilai-nilai dan tujuan-tujuan mereka. Mereka pun merasa nyaman dengan pilihan yang telah mereka buat dalam hidup ini. Jika mereka melakukan kesalahan mereka menyesalinya, namun mereka mampu berdamai dengan masa lalu. Mereka juga penuh gairah, percaya diri, dan optimis dalam memandang masa depan.
Tujuan yang jelas
Orang-orang yang sukses memiliki tujuan yang tertulis, mulai dari apa yang harus mereka lakukan dalam 30 hari hingga program 10 tahun.
Misalnya, para atlet yang sukses memiliki target untuk mencapai skor tertentu. Sedangkan pemimpin bisnis menuliskan target penjualan mereka. Mereka semua juga memiliki tujuan pribadi dan keluara yang dinyatakan secara detil sebagaimana tujuan profesional mereka. Saran yang kita semua pernah dengar bahwa: Tulislah tujuan Anda, benar-benar bekerja dan bermanfaat.
Hubungan yang kuat
Mereka semua memahami jaringan hubungan teman dan kolega mereka. Mereka memberikan penghargaannya pada pelatih atau rekan yang pernah mengajari mereka segala sesuatu. Mereka juga membukakan pintu kesempatan yang diperlukan. Mereka sangat berterima kasih dan menghargai bahwa kesuksesan adalah buah dari jalinan kemitraan dengan banyak orang yang berbeda selama bertahun-tahun.
Idealisme yang mengagumkan
Hal yang cukup menonjol dari orang-orang sukses adalah idealisme mereka. Mereka semua ingin melakukan suatu perubahan, mengisi hidup ini dengan penuh tujuan dan makna, atau meraih sebuah mimpi. Mereka dimotivasi dengan gairah untuk menciptakan dunia yang lebih baik, menyumbangkan sesuatu dan menolong orang lain.
Pragmatisme yang luar biasa
Seimbang dengan idealisme mereka, orang-orang yang luar biasa sukses ini ternyata juga amat praktis. Mereka berfokus pada pemecahan masalah, dan menggunakan tehnologi, informasi dan ketrampilan untuk meraih tujuan-tujuan yang terpenting. Mereka tidak tertarik pada teori-teori atau mempertahankan pilihan masa lalu dan tradisi-tradisi tua. Mereka menginginkan cara-cara yang praktis untuk menolong mereka sendiri dalam meraih tujuan.
Rasa ingin tahu yang dalam
Mereka mengobservasi budaya, membaca surat kabar, membaca tentang industri mereka. Mereka pun berusaha mempelajari semua hal yang ada di sekitar mereka. Mereka membaca tentang politik dan agama. Mereka ingin tahu tentang bursa saham dan belajar memasak. Saya terkejut bahwa sebagian besar dari mereka bukanlah ahli di bidang-bidang yang tersebut tetapi mereka amat terdidik, cerdas dan penuh rasa ingin tahu.
Disiplin pribadi
Mereka tidak mau membuang-buang waktu dan membohongi diri mereka sendiri. Mereka tidak membesar-besarkan atau mengecil-ngecilkan suatu masalah. Mereka tidak menggeneralisir. Orang-orang ini amat tepat saat mereka berbicara mengenai usia, hubungan, usaha atau impian-impian mereka. Angka dan tanggal, dollar dan sen, detil amat penting bagi mereka. Mereka mudah untuk diajak bicara dan jelas dalam berkomunikasi.
Setiap ketrampilan di atas memang dapat dipelajari oleh setiap orang! Tidak ada rahasia sukses. Sedangkan bakat, keluarga atau keberuntungan hanyalah sebagian kecil saja dari semua ini. Orang-orang yang amat sukses ini tahu apa yang mereka inginkan, dan menggunakan hubungan mereka, kerja keras, kesabaran dan disiplin untuk mencapai hasil yang luar biasa. Demikian juga Anda! Semoga Anda sukses….!

































Komentar Terkini